Translate

Jumat, 02 November 2012

Geisha – Pergi Saja


Download video clip Geisha Pergi Saja

Noah – Separuh Aku


Download video clip Noah Separuh Aku

Jam Rumit Membuat Otak Kita Peka Terhadap Waktu

Posisi jarum jam serta posisi matahari di langit terjadi dengan sendirinya, namun entah bagaimana, manusia bisa mencari tahu berapa banyak waktu yang telah berlalu. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan alasan di balik kemampuan tersebut. Penelitian tersebut mengungkapkan, otak tidak memiliki pedoman jam, namun lebih dari itu, setiap sirkuit otak manusia bisa belajar untuk menjelaskan waktu.“Manusia akan berpikir saat mereka perlu memberikan waktu terhadap sesuatu, terdapat beberapa sirkuit jam di otak yang dapat memberikan kita petunjuk,” ungkap penulis penelitian, Geoffrey Ghose, yang juga seorang ilmuwan yang mempelajari saraf di University of Minnesota.“Apa yang kami indikasikan dalam penelitian sebenarnya sangatlah berbeda. Untuk setiap tugas, tindakan yang ringan serta keputusan yang Anda buat, Anda berpotensi untuk bisa mengembangkan gambaran waktu.”Rasa peka akan waktu merupakan hal yang sangat fundamental bagi makhluk hidup, kata Ghose kepada LiveScience. ”Sering kali Anda menggunakan petunjuk serta kejadian dari luar untuk mencari tahu waktu saat ini, seperti saat Anda melihat keluar dan melihat di mana posisi matahari, atau melihat jam,” ujar Ghose. “Namun Anda memiliki kepekaan terhadap waktu yang sebenarnya tidak bergantung pada semua hal tadi.”Untuk melihat bagaimana otak menjaga waktu, para peneliti melatih dua ekor monyet untuk bisa menggerakkan mata ke kanan dan kiri dalam cara yang sangat akurat. Ruangan tempat monyet tersebut berada tidak memiliki petunjuk dari luar yang bisa membantu monyet tersebut mengetahui waktu.“Mereka pada dasarnya melakukan seperti halnya sebuah metronom dengan menggerakkan mata ke kanan dan ke kiri,” kata Ghose.Kemudian, Ghose dan rekannya menggunakan elektroda yang ditanamkan ke dalam otak monyet untuk mengukur sinyal listrik dari neuron, atau sel otak, di bagian parietal corte, yang merupakan bagian dari otak yang berhubungan dengan gerakan mata.Sekitar 100 neuron bekerja untuk menjaga gerakan mata monyet secara tepat pada waktunya, ungkap Ghose. Ketika monyet tadi menggerakkan mata mereka, sinyak elektrik pun muncul, lalu berangsur-angsur menurun hingga saat monyet itu melihat ke arah yang lain. Para peneliti yakin bahwa aktivitas elektrik yang perlahan-lahan berkurang merupakan sinyal khas untuk menentukan waktu.Menariknya, para peneliti tidak berpikir bahwa 100 neuron tersebut merupakan penentu waktu yang ada di otak. Sebaliknya, Ghose dan rekannya menyimpulkan bahwa otak dapat mempelajari kepekaan internal akan waktu untuk semua aktivitas, baik bertemu teman untuk pergi minum kopi atau bermain piano.“Setiap sirkuit kecil untuk setiap aktivitas yang ringan bisa mengembangkan kemampuan untuk mengetahui waktu,” ujar Ghose.Karena kepekaan internal akan waktu bisa dipelajari, mereka yang sering datang terlambat mungkin tidak bisa menyalahkan kesalahan jam internal mereka, ungkapnya.“Mungkin dengan cukup latihan, sangatlah penting bagi seseorang untuk bisa mengembangkan kepakaan waktu yang sangat baik,” ujarnya. “Orang yang tidak memiliki kepekaan terhadap waktu dengan baik, telah memutuskan bahwa kepekaan itu tidaklah penting atau berharga.”

KPK Menilai Kekayaan Sekretaris MA Tidak Wajar

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjelaskan, jika dilihat dari gaji yang diterima, kekayaan yang dimiliki oleh Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, memang tak wajar. Namun Abraham tidak mau bersyak wasangka karena bisa jadi Nurhadi memiliki harta kekayaan warisan nenek moyang. "Pasti tak lazim kalau dilihat dari gaji," kata Abraham di gedung Badan Pemeriksa Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.Abraham menjelaskan, Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara akan segera menindaklanjuti temuan ini. Dia menegaskan, semua pejabat negara harus ditanyakan jumlah harta kekayaannya.Sebelumnya, hakim agung Gayus Lumbuun menyebutkan ada yang aneh dengan harta kekayaan Sekretaris MA, Nurhadi. Dia disebut-sebut sempat membeli peralatan kantor senilai Rp 1 miliar.Nurhadi menanggapi dingin tudingan Gayus Lumbuun. Nurhadi menyatakan tak ada yang aneh dengan kekayaan dirinya. Nurhadi mengaku sudah menjadi pengusaha sarang burung walet sejak lima tahun sebelum masuk PNS pada 1980-an.Dia mengakui sejumlah aset di ruangannya di Mahkamah Agung adalah milik pribadi yang dibeli dengan dana sendiri. Namun aset-aset tersebut rencananya dihibahkan kepada Mahkamah Agung.

Mereka Yang Masih Percaya Bumi itu Datar

Bumi itu bulat? Tidak demikian bagi para anggota organisasi Flat Earth Society. Mereka percaya Bumi itu datar. Saat berjalan di permukaan Bumi, yang terlihat dan terasa memang datar.Tak heran mereka membantah semua bukti yang bertentangan dengan kepercayaan mereka, seperti foto Bumi dari satelit yang menunjukkan bahwa Bumi itu bulat. Mereka bilang itu adalah “konspirasi Bumi bulat” yang diciptakan oleh NASA dan agen pemerintah lainnya.Menurut pengurus Flat Earth Society, anggota mereka telah tumbuh sebanyak 200 orang (sebagian besar orang Amerika dan Inggris) per tahun sejak 2009. Pandangan Flat Earth Society Organisasi ini siap dibilang konyol karena menolak teori Bumi itu bulat. Mereka mengatakan, Bumi itu berupa cakram dengan Lingkar Arktik terletak di pusat, dan Antartika — yang menjulang setinggi 32 meter — berada di tepian.
Mereka bilang, pegawai NASA menjaga dinding es ini dan mencegah orang memanjat supaya tidak terjatuh keluar cakram.Kalau bumi itu rata, bagaimana dengan siklus siang-malam? Menurut mereka, matahari dan bulan adalah bola berukuran 51 kilometer yang bergerak mendatar memutari cakram Bumi, dengan jarak 4.828 km. (Sementara itu bintang, kata mereka, jaraknya 4.988 km.)Seperti lampu sorot, bola-bola langit menerangi bagian yang berbeda dari planet dalam siklus 24 jam. Mereka percaya bahwa pasti ada semacam “antimoon” yang tak terlihat yang menutupi bulan saat gerhana. Selanjutnya, mereka tidak percaya gravitasi Bumi. Bukan kita tertarik ke bawah, melainkan cakram Bumi yang bergerak ke atas dengan percepatan 9,8 meter per detik kuadrat. Pergerakan cakram ke atas ini disebabkan oleh kekuatan misterius bernama energi gelap.Saat ini, masih ada debat di kalangan anggota mengenai teori relativitas Einstein. Apakah menurut teori itu Bumi bisa bergerak ke atas tanpa melebihi kecepatan cahaya? (Rupanya, hukum Einstein masih berlaku di dunia mereka.) Lalu apa yang berada di bawah cakram? Belum diketahui. Tapi banyak anggota yang percaya di bawah cakram ada “batu.”Para anggota Flat Earth Society percaya, foto-foto mengenai Bumi yang berbentuk bulat sudah direkayasa dengan Photoshop. Para pilot pun dikibuli — dengan cara rekayasa GPS — supaya mereka mengira terbang dalam trayek melengkung sesuai kontur Bumi. Padahal, sebenarnya mereka terbang mellingkar mendatar di atas cakram.Motif pemerintah dunia menyembunyikan bentuk asli dari Bumi masih belum dipastikan, namun anggota Flat Earth Society curiga hal itu berkaitan dengan motif ekonomi. "Singkatnya, secara logis akan lebih murah untuk memalsukan program ruang angkasa daripada melaksanakan program yang sebenarnya,” kata organisasi tersebut dalam website mereka. Bukan lelucon Teori tersebut mengikuti cara berpikir bernama "Metode Zetetic," yang merupakan alternatif metode ilmiah, yang dikembangkan oleh orang-orang yang percaya bahwa Bumi itu datar pada abad ke-19, ketika pengamatan sensorik mendominasi saat itu. "Secara umum, metode tersebut banyak menekankan penggabungan empirisme dan rasionalisme, dan membuat kesimpulan logis berdasarkan data empiris," kata wakil presiden Flat Earth Society, Michael Wilmore kepada Life’s Little Mysteries. Dalam astronomi Zetetic, persepsi bahwa Bumi itu datar menggiring kita pada kesimpulan bahwa Bumi sebenarnya pasti datar. “Antimoon”, konspirasi NASA dan lainnya hanyalah upaya rasionalisasi.Semua detail tersebut membuat teori organisasi tersebut terdengar seperti lelucon, tapi mereka sedang tidak bercanda.Wilmore menganggap dirinya di antara orang yang percaya teori tersebut. "Keyakinan saya sendiri adalah hasil dari introspeksi filosofis dan data besar yang saya amati secara pribadi, yang masih saya susun," katanya.Di satu sisi, Flat Earth Society meragukan NASA. Anehnya, di sisi lain, Wilmore dan presiden organisasi, Daniel Shenton, menganggap bahwa pemanasan global memang kuat (padahal banyak bukti pemanasan global berasal dari data satelit yang dikumpulkan oleh NASA). Mereka juga percaya teori evolusi dan prinsip utama ilmu pengetahuan lainnya. Psikologi teori konspirasi Teori mereka tidaklah mengejutkan para ahli. Karen Douglas, seorang psikolog di University of Kent di Inggris yang mempelajari psikologi teori konspirasi, mengatakan bahwa keyakinan para anggota Flat Earth Society sama dengan orang-orang pencipta teori konspirasi lain yang telah ia pelajari.Ia mengatakan, semua teori konspirasi memiliki dorongan dasar yang sama: Mereka menyajikan sebuah teori alternatif tentang isu penting atau peristiwa, dan membangun penjelasan (sering kali) samar-samar tentang alasan seseorang menutupi kejadian yang sesungguhnya. "Salah satu poin utama dari bantahan itu adalah bahwa mereka menjelaskan kejadian besar tetapi sering tanpa memberikan penjelasan lengkap," ujarnya. "Banyak kekuatan terletak pada kenyataan bahwa mereka samar-samar."Rasa percaya diri ahli teori konspirasi untuk tetap berpegang pada teori mereka membuat kisah tersebut semakin menarik. Lagipula, para anggota Flat Earth Society lebih bersikukuh bahwa Bumi ini datar daripada kebanyakan orang yang mengatakan bahwa Bumi itu bulat (mungkin karena sebagian dari kita merasa kita tidak punya apa-apa untuk membuktikannya)."Jika Anda dihadapkan dengan sudut pandang minoritas yang diungkapkan dalam cara yang cerdas, diinformasikan dengan baik, dan ketika para pendukung organisasi itu tidak menyimpang dari pendapat kuat yang mereka miliki, mereka bisa sangat berpengaruh. Kami menyebutnya pengaruh kaum minoritas," kata Douglas.Dalam penelitian terbaru, Eric Oliver dan Tom Wood, ilmuwan politik di Universitas Chicago, menemukan bahwa sekitar setengah dari orang Amerika mendukung setidaknya satu teori konspirasi, dari gagasan bahwa Tragedi 9/11 dilakukan oleh orang dalam Amerika hingga pembunuhan John F Kennedy."Banyak orang yang memercayai banyak ide yang secara langsung bertentangan dengan narasi budaya yang dominan," kata Oliver kepada Life’s Little Mysteries. Ia mengatakan bahwa keyakinan konspirasi mengakar dari kecenderungan manusia untuk memahami kekuatan gaib di tempat kerja, yang dikenal sebagai pemikiran magis. Namun, para anggota organisasi tersebut tidak sepenuhnya senang dengan gambaran umum tersebut. Kebanyakan pembuat teori konspirasi mengadopsi teori dengan pandangan ekstrem, bahkan yang bertentangan satu sama lain. Sementara itu, para anggota tersebut hanya mempergunjingkan masalah bentuk Bumi.“Jika mereka seperti pembuat teori konspirasi lainnya, mereka harus menunjukkan kecenderungan untuk memercayai pemikiran magis, seperti memercayai UFO, ESP, hantu iblis, makhluk tak terlihat lainnya,”

Novi Memaafkan Pemotretnya, Kasus Tetap Berjalan

Novi Amilia, model yang menabrak dan melukai tujuh orang di kawasan Taman Sari, memaafkan orang yang mengambil gambar dirinya saat tak sadar dan hanya mengenakan pakaian dalam. Namun melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Novi menyampaikan tak mau fotonya terus beredar."Kalau bisa pemberitaan tentang foto pun disudahi supaya tak banyak orang yang ingin tahu. Ini kan soal privasi," ujar Chris saat ditemui di Markas Satuan Lalu Lintas Jakarta Barat.Chris menyatakan akan mengawal kasus penyebaran foto tak senonoh Novi. "Kalau polisi sudah menentukan tersangka tentu akan saya kawal penyelesaiannya.Saat ini polisi baru menentukan tiga orang yang diduga sebagai penyebar foto Novi. Ketiganya adalah dua polisi berinisial HS dan DI, serta seorang berinisial WO. "WO ini wartawan," ujar Chris. Menurut Chris, jika menjadi tersangka, orang yang mengambil dan menyebarkan foto Novi akan dijerat dengan pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Wulan Guritno Turunkan Berat Badan 20 Kg Dalam Dua Bulan

Kegiatan Wulan Guritno di dunia entertainment mau tidak mau memaksanya selalu menjaga bentuk tubuh ideal. Meski sebenarnya, istri Adilla Dimitri itu ingin mengonsumsi segala jenis makanan kesukaannya."Sebenarnya aku pengen makan terus kayak pada waktu hamil. Tapi aku harus kembali bekerja dan harus kembali menjaga tubuh sebagai publik figur," ungkap Wulan Guritno saat konferensi pers Yahoo! OMG Awards di Umbra Kemang, Jakarta Selatan.Usai melahirkan anak ketiganya, Jeremiah Alric Dimitri, Wulan telah berjuang untuk menurunkan berat badannya. Hasilnya, berat tubuhnya bisa susut hingga 20 Kg."Ini masih sisa 5 kilo sudah turun 20 kilogram. Saya juga harus menjaga fisik yang sehat dan proporsional dan itu akan menunjang penampilan saya dan meningkatkan percaya diri saya, untuk suami dan pekerjaan saya," lanjutnya.Diakui, memang tidaklah gampang untuk wanita seusianya menjalankan diet hingga mendapatkan hasil maksimal. Apalagi dalam 2 bulan berhasil menurunkan 20 Kg."Enggak gampang, ini sudah usia 30-an. Jadi harus disiplin, saya makanannya juga harus dijaga, minum teh nggak pake gula. Apalagi cheese, cream, terus lakuin akupuntur juga, bakar lemak, semua saya lakukan. Jadi dalam 2 bulan turun 20 kilo," ucapnya.Namun begitu bukan berarti dia sama sekali tidak mengonsumsi makanan kesukaannya. "Tapi aku sih nggak gila-gila amat, kalau es krim masih makan tapi tetap dijaga, masak enggak makan apa-apa," pungkas Wulan tersenyum.

Eka Tjipta Widaja Menjadi Orang Yang Paling Kaya di Indonesia

Bloomberg Billionaires Index mengeluarkan data terbaru 200 orang kaya sejagad. Terdapat 3 pengusaha dari Indonesia yang masuk daftar itu dan menempatkan Eka Tjipta Widaja jadi orang paling kaya di Indonesia.Selama ini pemilik kerajaan bisnis Sinar Mas tersebut memang sering masuk daftar orang kaya sejagad. Tapi jarang ditempatkan di urutan pertama karena kalah dengan pemilik grup Djarum-BCA. Namun di tahun ini kekayaan Eka Tjipta Widaja melonjak tajam hingga 67,5% yang mengalahkan Hartono bersaudara.Dalam daftar terbaru yang akan dikeluarkan Majalah Bloomberg edisi Desember 2012 yang dilansir Jumat (2/11), Eka Tjipta Widjaja ditempatkan di urutan tertinggi mengalahkan Hartono bersaudara.Eka Tjipta Widjaja berada di urutan 123 dengan kekayaan naik signifikan 67,5% menjadi sebesar 3,5 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2011. Sedangkan total nilai bersih asetnya diperkirakan mencapai 8,7 miliar.Eka Tjipta Widjaja yang berumur 89 tahun menimbun kekayaannya dari bisnis utama perkebunannya yakni Golden Agri. Pengusaha ini juga punya aneka bisnis mulai dari keuangan, rumah sakit hingga properti.Orang kedua Indonesia yang masuk daftar Bloomberg Billionaires Index adalah Budi Hartono yang ada di urutan 134. Kekayaan Budi Hartono menurun 15,9% menjadi 1,6 miliar dolar AS dibanding tahun 2011. Sedangkan kekayaan bersihnya mencapai 8,2 miliar dolar AS.Sumber utama kekayaan Budi Hartono berasal dari Bank Central Asia, namun pengusaha berusia 71 tahun ini juga punya bisnis besar lainnya seperti rokok Djarum, properti dll.Sedangkan orang ketiga yang masuk daftar 200 orang terkaya sejagd versi Bloomberg Billionaires Index adalah Michael Hartono yang berada di urutan 136. Pengusaha berusia 73 tahun ini masih bersaudara dengan Budi Hartono yang juga mengalami penurunan kekayaan.Kekayaan Michael Hartono turun 16% menjadi 1,6 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2011. Sumber kekayaan utamanya sama seperti adiknya yakni berasal dari Bank Central Asia serta bisnis besar lainnya seperti rokok Djarum, properti dll. Sedangkan total bersih kekayaannya diperkirakan mencapai 8,2 miliar dolar AS.