Translate

Kamis, 11 Oktober 2012

Armie Hammer, Diakah Pameran Baru Batman?

Ucapkan selamat tinggal kepada sosok Batman yang diperankan oleh Christian Bale karena sang aktor menegaskan bahwa dirinya tak tertarik memerankannya kembali.Lantas, apabila nantinya akan dibuat film JUSTICE LEAGUE, yang di dalamnya terdapat pula sosok Batman, siapa yang bakal memerankannya? Aktor berambut pirang, Armie Hammer santer dihubungkan dengan mega proyek DC Comics ini. Armie, yang pernah bermain dalam film SOCIAL NETWORK ini menjadi pilihan teratas untuk memerankan sosok Bruce Wayne a.k.a. Batman, seperti yang dilaporkan Moviehole. Hammer sebelumnya dihubungkan dengan proyek JUSTICE LEAGUE milik George Miller. Kini namanya mulai mencuat seiring dengan karirnya yang mulai menanjak di Hollywood, terlebih dengan peran utama yang ia dapat dalam THE LONE RANGER bersama dengan Johnny Depp.Meski nantinya Hammer berhasil mendapat peran tersebut, ia tak bakal menjadi pilihan untuk dipakai dalam film lanjutan seri Batman. Khusus untuk film ini saja ia bakal memerankan sosok Batman. "Batman dalam film ini hanya akan digunakan dalam film JUSTICE LEAGUE," ujar salah seorang sumber kepada DigitalSpy.JUSTICE LEAGUE bisa dibilang saingan THE AVENGERS. FIlmnya nanti akan mengisahkan Superman, Batman, The Flash, Wonder Woman, Green Lantern dan Martian Manhunter yang bersatu untuk menumpas para penjahat super. Tunggu filmnya tahun 2015 nanti.

Mengatasi 10 Situasi Rumit di Kantor Anda

1. Anda dihadapkan dengan seorang rekan yang Anda gosipkan Bayangkan situasi ini: Seorang rekan kerja duduk di depan meja Anda dan berkata, "Apa benar kamu menyebutku tidak becus?" Anda bisa menyangkal, mundur, atau berbohong. Tetapi cara terbaik adalah dengan menghadapinya dengan tentang, seperti diutarakan Randy Cohen, "pakar etika" untuk majalah The New York Times dan penulis buku “Be Good: How to Navigate the Ethics of Everything” yang terbit baru-baru. Katakanlah padanya mengapa Anda bilang dia tidak becus, sebaik mungkin. "Anda berkata, ’Ada berbagai macam cara saat Anda tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Anda mungkin telah melakukan ini dan itu'," ungkap Cohen.Mungkin saat itu adalah lima menit paling tidak nyaman dalam karier Anda, namun Cohen mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk mengekspresikan pendapat jujur di belakang rekan kerja Anda, selama Anda tidak menyebar kebohongan atau mengkhianatinya dengan membuka rahasia.Jadi tukang gosip adalah, "Rekan yang membicarakan Anda," kata Cohen, "dengan diam-diam." 2. Seorang rekan kerja bilang suka pada AndaAnda mungkin telah menyimpan fantasi seperti tokoh Pam dan Jim dalam serial “The Office”, namun sebelum Anda mengatakan, "Sushi? Tentu!", perhatikanlah apa yang terjadi ketika Anda menemukan bahwa ia adalah sosok Dwight dalam serial itu."Hubungan di tempat kerja bisa menjadi masalah dalam seratus cara," kata pengacara Lynne Bernabei, spesialis kasus pelecehan seksual. "Dan biasanya mereka melakukan itu." Jika dia adalah atasan Anda, maka ia bisa memecat Anda. Jika dia bawahan Anda, semoga beruntung mengajak ia jalan.Intinya: Jangan memancing di kolam perusahaan. "Katakanlah, 'Terima kasih, tapi saya tidak bisa berkencan dengan rekan kerja'," kata Bernabei. Kemudian belilah cincin tunangan palsu. 3. Anda ingin naik gaji Pertama, cari tahu kapan atasan Anda sedang dalam suasana hati yang paling baik. Apakah di pagi hari? Makan siang setelah latihan? "Anda harus mendapatkan waktu yang tepat," saran Selena Rezvani, penulis buku ‘Pushback: How Smart Women Ask - and Stand Up - for What They Want’.Seorang asisten yang ramah dapat menjadi informan yang baik dalam hal ini. Jangan pernah meminta kenaikan gaji dalam sebuah tinjauan tahunan, ketika anggaran biasanya ketat. Sebaliknya, lakukanlah ketika Anda sedang jadi bintang di mata manajer Anda."Anda akan memiliki pengaruh yang kuat setelah Anda menyelesaikan sebuah proyek yang sangat penting," kata Rezvani, "Saya ingin bicara tentang masa depan saya di sini. Saya telah belajar banyak selama tiga tahun terakhir dan saya benar-benar bangga dengan pekerjaan yang telah saya lakukan. Saya ingin berbicara soal posisi yang lebih senior dan gaji saya, yang saya rasa tidak mencerminkan kontribusi saya di sini."Kerjakan pekerjaan rumah Anda: Bertanyalah untuk melihat standar industri apa yang cocok untuk pekerjaan Anda, bahkan apakah ada rekan yang baru saja menerima kenaikan jabatan — itulah amunisi yang berguna dalam negosiasi. Jika Anda ditolak, jangan pergi dengan tangan kosong. Dapatkan kembali komitmen untuk bertemu lagi dalam tiga bulan kemudian. 4. Seorang rekan menyindir Anda karena tidak memberikan sumbangan amal Ini saran dari Karen Sugar, pendiri Woman’s Global Empowerment Fund: "Katakanlah, 'Saya sangat senang Anda sangat berkomitmen untuk ini, namun saya punya pendapat berbeda dan merasa tidaklah tepat jika saya memberi sumbangan ke organisasi itu'." Dan bagaimana jika Anda tidak punya uang? Katakan saja seperti itu. Namun jangan harap rekan kerja Anda akan kembali mengajak Anda jalan-jalan. 5. Anda ingin keluar dari pekerjaan Anda tanpa membuat masalah Meninggalkan posisi tanpa membuat jengkel manajer Anda membutuhkan kemahiran. Bukan apa-apa, atasan Anda saat ini mungkin saja menjadi mitra utama atau kontak bisnis Anda di kantor selanjutnya. Jadi pastikan dia tidak merasa terkejut dengan pengunduran diri Anda.Jika Anda meninggalkan kantor karena membenci pekerjaan Anda, maka berhati-hatilah dengan cara Anda memberikan surat pengunduran diri. Perasaan Anda terkait pekerjaan tidak harus diutarakan.Sebelum Anda mengundurkan diri, berikan beberapa petunjuk bahwa Anda tidak berencana bertahan selamanya di kantor. "Anda bisa mengatakan," Saya berpikir mau sekolah lagi’ atau 'saya sangat tertarik untuk masuk ke pemasaran'," ujar Lauren Zander, pendiri dan ketua Handel Group, sebuah perusahaan pendidikan eksekutif.Setelah permintaan pengunduran diri Anda dikabulkan, gunakan waktu dua pekan yang tersisa (prosedur standar mengundurkan diri, meskipun Anda mungkin diminta untuk tinggal lebih lama) untuk mengajarkan pengganti Anda yang terbaik.Masuk baik-baik keluar pun harus baik-baik. Tinggalkan sebuah memo, dan pastikan untuk berterimakasih kepada atasan Anda saat ingin keluar. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan bertemu mereka lagi. 6. Anda seorang yang memiliki masalah emosional di tempat kerja Tunangan Anda meminta putus, hewan peliharaan mati, sewa rumah melambung. Apa pun krisis yang sedang Anda hadapi, Anda tidak bisa menghadapinya sekaligus. Apa yang Anda katakan kepada atasan Anda ketika Anda tidak bisa datang ke kantor?Jika Anda tidak dapat bekerja di rumah atau tidak masuk selama beberapa hari, beritahu atasan Anda, kata Joy Chen, CEO Yes to Carrots. Namun bersikaplah dewasa. "Katakanlah kepada atasan Anda, 'Saya sedang ada urusan pribadi saat ini yang sulit untuk saya ceritakan. Saya akan melakukan yang terbaik di tempat kerja, namun jika saya tidak melakukannya dengan baik, silahkan hubungi saya. Saya sangat menghargai pengertian dan fleksibilitas Anda'."Jika atasan Anda mendesak agar Anda mau mengungkapkan tentang masalah Anda, maka mungkin Anda harus mengaku dan menceritakannya, namun pastikan untuk tidak menangis saat menceritakannya. 7. Anda perlu memberitahu seorang karyawan jika dia berpakaian tidak sepantasnya. Citra adalah segalanya, dan dalam masa ekonomi yang sulit, perusahaan sadar bahwa setiap situasi dapat membahayakan bisnis, kata Tara Lowenberg, pendiri TLCommunications. Jika seorang karyawan berpakaian tidak tepat, Lowenberg akan menariknya dan berkata, "Apa yang Anda pakai adalah refleksi langsung dari apa yang dirasakan oleh rekan kerja dan klien. Jadi apa yang ingin Anda katakan tentang pakaian Anda?"Jadilah eksplisit untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti belahan dada, rok panjang, atasan tipis, dan berikan nasihat padanya tentang bagaimana Anda ingin ia memperbaiki situasi. Haruskah dia pulang dan ganti pakaian? Jika masalah terus berlanjut, tulislah sebuah memo ke seluruh karyawan di kantor. "Dengan cara ini maka tidak hanya satu orang saja yang diarahkan.” 8. Anda sedang makan siang dengan klien, berusaha keras untuk menjaga diet Anda. Anda tidak ingin menjadi orang seperti itu, orang yang mengajukan 23 pertanyaan kepada pelayan tentang salad, lalu minta untuk mengukus tilapia dengan lemon di sampingnya.Diet ya diet. Dan Anda berhak memakan apa yang Anda inginkan. Namun tidak perlu merecoki pelayan atau mengganggu teman Anda dengan permintaan aneh-aneh. Krista Vernoff, seorang penulis televisi di Hollywood menyarankan pendekatan ini: Pelajari menu sebelumnya (melalui internet) dan putuskan apa yang akan Anda pesan. Ketika saatnya tiba, lakukan dengan cepat dan percaya diri. Jika rekan Anda bertanya, hindari kata diet, karena "memicu rasa heran orang lain," kata Vernoff. Sebaliknya, katakanlah, "Aku sedang dalam masa penyembuhan. Saya yakin akan sembuh pekan depan." Jika Anda santai, maka Anda akan membuat rekan bisnis Anda terkesan tanpa membuat mereka merasa bersalah makan banyak. 9. Anda membuat geger seisi kantor dengan email pribadi yang bocor Entah itu sesuatu yang menarik dan baru Anda temukan di blog, atau foto artis favorit Anda, email semacam itu bukanlah sesuatu yang sangat perlu untuk disebar. Cobalah meminta maaf jika terlanjur disebar."Itu adalah sesuatu yang tidak sepantasnya saya lakukan," kata Jodi Glickman, penulis ‘Great on the Job: What to Say, How to Say It: The Secrets of Getting Ahead’. Mintalah maaf melalui email secara pribadi kepada atasan Anda atau manajemen. Glickman menyarankan permintaan maaf seperti ini: "Saya sangat menyesal terkait email yang terkirim. Hal itu jelas tidak pantas dan tidak dimaksudkan untuk dikirim ke kantor. Ini tidak akan terjadi lagi."Jelaskan bahwa Anda menyesal dan menyadari dampak yang akan timbul dari kesalahan Anda tersebut dan dapat membuat masalah serius, serta Anda telah belajar dari sesuatu yang tidak pantas. 10. Seseorang menginterupsi Anda di tengah-tengah momen penting saat rapat Anda sudah di jalur yang benar, dan siap memberikan poin penting, tetapi tiba-tiba seorang rekan menginterupsi Anda. Anda tidak bisa membiarkannya melakukan itu atau "Anda akan dijatuhkan," kata Jen Bekman, seorang eksekutif teknologi yang beralih profesi menjadi pemilik dan pendiri galeri 20x200.Di sisi lain, mencoba untuk melanjutkan pembicaraan kembali mungkin dapat membuatnya semakin agresif. Kuncinya di sini adalah pernyataan sopan. Jika tidak ada pembukaan yang jelas, tunggu sampai dia berhenti bicara, lalu berkata, "Bisakah Anda memberi saya waktu untuk menyelesaikan paparan saya yang belum selesai?"Untuk menghindari saat-saat canggung di saat pertama momen tersebut, cobalah untuk lebih defensif. "Jika Anda merumuskan pikiran Anda dan memiliki kepercayaan diri, Anda mengurangi kemungkinan orang lain yang mengganggu presentasi Anda,"

5 Aturan-Aturan Hubungan Asmara yang Harus Anda Langgar

1. Jangan pernah tidur dengan perasaan marah Waktu terbaik untuk bertengkar adalah ketika Anda lelah dan mudah tersinggung, kan? Um, tidak. "Aliran adrenalin dari pertengkaran dapat mendorong Anda semakin merasa marah," kata Joy Davidson, Ph.D., seorang ahli terapi pasangan di New York City. Dan ada titik di mana otak tidak bisa lagi memproses secara logis dan sebaliknya, emosi mengambil alih. "Saat itulah Anda terbawa emosi marah dan mulai berteriak 'saya ingin bercerai!'" katanya.Davidson menyarankan Anda berdiskusi dengan pasangan untuk menetapkan batas waktu untuk setiap argumen di masa yang akan datang. Dengan cara demikian, jika Anda sedang berada di tengah-tengah perbincangan yang panas, selalu ingatlah batasan waktu tersebut. "Hal itu lebih seperti berada di sebuah sesi terapi pasangan saat Anda tahu bahwa Anda harus keluar dari sana dalam satu jam," kata Davidson.Ketika salah satu dari Anda telah menyadari bahwa Anda sudah bertengkar selama, misalnya 45 menit, mulailah menyelesaikannya dengan sebuah pernyataan kesimpulan. Anda bahkan dapat menetapkan waktu selama 15 menit, dan ketika waktunya habis, berhentilah bertengkar! 2. Merencanakan sebuah malam kencan spesial Setiap artikel percintaan pasti mendorong Anda pergi kencan malam mingguan dan Anda mungkin berpikir bahwa melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan merupakan hal yang diperlukan. Tidak selalu begitu. Merencanakan hal yang luar bisa itu akan membuat Anda tertekan, belum lagi mahal. Siapa yang punya uang untuk membayar satu malam di kota lain ditambah dengan seorang penjaga anak?Manfaatkan sedikit waktu untuk melakukan kencan mini, seperti yang disarankan oleh Marci Fox, Ph.D., seorang psikolog di Boca Raton, Florida. Pesanlah makanan siap saji setelah anak-anak berada di tempat tidur dan berpelukan di sofa sambil menonton film atau menyelinap keluar dan bertemu untuk makan siang di hari tertentu."Baik itu hanya Anda berdua yang berjalan-jalan di sekitar rumah atau duduk di teras belakang sambil melihat matahari terbenam, yang terpenting adalah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli satu sama lain," ujar Fox. 3. Anda harus memberitahu segalanya pada pasangan Tentu Anda perlu kejujuran dalam suatu hubungan, tapi itu tidak berarti Anda harus memberitahu pasangan Anda segalanya. Anda menabrak mobil lain di tempat parkir? Itu perlu diceritakan. Anda bertemu dengan pria yang pernah Anda sukai sebelum bertemu dengan suami Anda? Itu detail yang tidak perlu Anda ceritakan."Dalam generasi orang blak-blakan/Oprah, kita berpikir bahwa kita harus terus mengungkapkan rahasia," kata Sallie Foley, direktur dari University of Michigan Health Certificate Progran dan penulis "Sex Matters For Women." "Namun sebenarnya, beberapa hal sebaiknya tidak dikatakan."Sebelum memberikan pengakuan, pertimbangkan: Apakah yang saya katakan akan menghantui saya? Apakah yang akan saya ceritakan padanya salah? Apakah ini akan membuat pasangan saya merasa lebih baik atau lebih buruk pada dirinya sendiri? "Kejujuran memang baik, tetapi dengan tidak menyebabkan rasa sakit hati yang tidak perlu, juga hal yang baik," kata Foley. Sehingga saat berada di mall, tatap mata pasangan Anda dan katakan, "Ya, saya kenal dia. Di waktu yang berbeda dalam hidup saya." Lalu pertimbangkan rahasia yang Anda ingin ungkap sebelum memutuskan apakah Anda akan berbagi lebih atau tidak. 4. Jika tidak tidur di satu ranjang yang sama setiap malam, Anda berada dalam masalah Secara teori, meringkuk di tempat tidur di samping orang yang dicintai adalah formula untuk bisa mendapatkan tidur malam yang sempurna. Namun pada kenyataannya, dua orang dengan kebiasaan yang berbeda dapat membuat malam jadi sangat tidak nyaman dan mengganggu.Anda mungkin suka membaca di tempat tidur sampai larut malam, tapi suami Anda suka tidur lebih awal. Dia mungkin mendengkur, Anda dapat kesal dan berpaling sepanjang malam. Berpikirlah secara rasional tentang hal ini: Jika Anda mengorbankan tidur malam Anda untuk pasangan yang sedang tidur nyenyak (dan berisik!), kesehatan fisik, emosional, mental dan keseluruhan dari hubungan Anda akan terganggu.Davidson mengatakan, salah satu dari Anda perlu untuk tidur di tempat lain yang bebas dari masalah, baik itu di ruang tamu atau sofa di ruang keluarga. 5. Anda selalu perlu untuk membicarakan keputusan besar Meski memandang kehidupan dengan cara yang sama dengan pasangan Anda akan membuat hidup jauh lebih mudah — namun hal itu juga akan sangat membosankan. Anda dan pasangan adalah dua orang yang berbeda, Anda dibesarkan secara berbeda, secara biologis berbeda dan tidak ada dua orang yang melihat segala sesuatu dengan cara yang sama."Orang-orang tidak dapat membedakan keharmonisan dengan kemufakatan penuh," kata Foley. "Tapi coba dengar musik — harmoni terdiri dari musik yang berbeda yang digabungkan dengan baik secara bersama-sama," tambahnya.Keputusan besar membutuhkan kompromi dan kerja sama. Luangkan waktu untuk membicarakannya bersama-sama. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelumnya dan tulis poin yang Anda sepakati dan hal-hal yang mana saja yang Anda tidak setujui. Apakah ada tumpang tindih? Lakukan yang terbaik untuk menemukan jalan tengah yang Anda berdua dapat terima.